Arfah, Nur Fadilah (2025) HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENGKONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN TINGKAT NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 53 JAKARTA. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
Cover.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
Download (116kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (318kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (174kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (125kB)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (192kB)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (168kB)
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only
Download (69kB)
DAFTAR PUSTAKA .pdf
Restricted to Registered users only
Download (117kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
Dismenore atau nyeri saat menstruasi merupakan salah satu gangguan yang sering dialami oleh remaja putri. salah satu faktor yang diduga memengaruhi dismenore adalah perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji, yang diketahui mengandung lemak jenuh, kalori tinggi, dan zat adatif yang dapat meningkatkan kadar prostaglandin dan dapat memicu kontraksi rahim dan nyeri haid. Prevelensi konsumsi makanan cepat saji yang tinggi di kalangan remaja menimbulkan ke khawatiran terhadap kesehatan reproduksi remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji dengan tingkat nyeri menstruasi (dismenore) pada remaja putri. Peneltian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 90 remaja putri SMP Negeri 53 Jakarta yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah keusioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur perilaku konsumsi makanan cepat saji dan skala Numeric (NRS) untuk menilai tingkat nyeri menstruasi. Data dianalisis menggunakan uji Spearman – Rank. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji dengan tingkat nyeri menstruasi (Dismenore) pada remaja putri, dengan nilai p-value 0,000. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,971), usia menarche (p = 0,872), siklus menstruasi (p = 0,524), riwayat penyakit keluarga (dismenore) (p = 0,227), dan tingkat pendidikan orang tua (p = 0,572) dengan tingkat nyeri menstruasi (dismenore). Hasil nilai karakteristik responden berdasarkan usia (14,39 tahun), usia menarche (11,48 tahun), siklus menstruasi yang teratur (58,9%), riwayat penyakit keluarga (dismenore) (78,9%), dan pendidikan orang tua (SMA) (57,8%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi makanan cepat saji maka semakin tinggi tingkat nyeri menstruasi yang dirasakan, begitu juga sebaliknya. Oleh karna itu, penting untuk meningkatkan edukasi mengenai pola makan yang sehat dalam upaya pencegahan nyeri saat menstruasi (dismenore). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan dan program edukasi kesehatan berbasis gizi serta pengelolaan nyeri menstruasi pada remaja.
Kata Kunci: Dismenore, Makanan Cepat Saji, Nyeri Menstruasi, Remaja putri
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools |
| Divisions: | Sarjana Keperawatan |
| Depositing User: | Nur Fadilah Arfah |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 09:41 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 09:41 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4437 |
