FITRIYANI, SELVIA (2026) PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DAN INTERVENSI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI RUANG NILA PENYAKIT DALAM. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
BAB1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (233kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (707kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (510kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (317kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (253kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (247kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (814kB)
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi dan kerja insulin.
Penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, pertambahan
usia, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, stres, dan kebiasaan
merokok. Kondisi hiperglikemia yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai
komplikasi, seperti retinopati, nefropati, neuropati, penyakit jantung, hingga stroke.
Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengontrol kadar
glukosa darah adalah teknik relaksasi otot progresif.
Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada
pasien diabetes melitus atas nama Tn. D usia 45 tahun dengan penerapan intervensi
relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah di Ruang Nila
Penyakit Dalam. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan
deskriptif. Intervensi relaksasi otot progresif dilakukan selama tiga hari berturut
turut dengan durasi 10–15 menit disertai pemantauan kadar glukosa darah sebelum
dan sesudah tindakan.
Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada pasien
setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif. Pada hari pertama kadar glukosa
darah menurun dari 280 mg/dl menjadi 219 mg/dl, hari kedua dari 250 mg/dl
menjadi 235 mg/dl, dan hari ketiga dari 233 mg/dl menjadi 210 mg/dl. Selain itu,
pasien tampak lebih rileks, tenang, dan mampu mengikuti tindakan keperawatan
dengan baik. Relaksasi otot progresif membantu menurunkan ketegangan otot dan
stres sehingga dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah.
Kesimpulan dari karya ilmiah akhir ini adalah penerapan teknik relaksasi otot
progresif dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Intervensi ini dapat
dijadikan salah satu tindakan mandiri keperawatan dalam memberikan asuhan
keperawatan pada pasien diabetes melitus.
Kata Kunci : Diabetes melitus, relaksasi otot progresif, kadar glukosa darah, asuhan
keperawatan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Selvia Fitriyani |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:36 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:36 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4500 |
