ANALISIS PENERAPAN GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA ANAK. R USIA SEKOLAH DENGAN GASTROENTRITIS DI RUANG ANAK RSUD KOJA JAKARTA UTARA

Putri, Aprilia (2026) ANALISIS PENERAPAN GUIDED IMAGERY TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA ANAK. R USIA SEKOLAH DENGAN GASTROENTRITIS DI RUANG ANAK RSUD KOJA JAKARTA UTARA. Other thesis, STIKES RS HUSADA.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (43kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (17kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (908kB)

Abstract

Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan
yang paling sering terjadi pada anak, dengan manifestasi klinis berupa diare, mual,
muntah, demam, dan nyeri abdomen akut. Nyeri abdomen pada GEA bersifat viseral dan
intermiten akibat peningkatan peristaltik usus serta spasme otot polos, yang dapat
mengganggu kenyamanan, pola istirahat, dan kualitas hidup anak selama perawatan.
Berdasarkan data BPS DKI Jakarta tahun 2021, tercatat 12.664 kasus GEA di wilayah
DKI Jakarta, dengan Jakarta Utara menyumbang 2.594 kasus. Pengelolaan nyeri secara
farmakologis tidak selalu dapat diterapkan pada pasien anak karena risiko efek samping
dan kontraindikasi klinis tertentu. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis
penerapan guided imagery terhadap penurunan tingkat nyeri akut pada pasien anak
dengan GEA. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan
proses keperawatan, meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi,
dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien anak dengan diagnosis GEA. Intervensi
guided imagery dilakukan selama 10–15 menit per sesi dengan menggunakan teknik
relaksasi napas dalam, sugesti imajinasi tempat menyenangkan, dan penguatan kondisi
rileks. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Wong Baker Faces Pain Rating Scale
sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan guided imagery menunjukkan adanya
penurunan skala nyeri pada pasien anak dengan GEA setelah diberikan intervensi secara
konsisten. Mekanisme guided imagery bekerja melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis,
pelepasan endorfin dari kelenjar pituitari, dan distraksi kognitif yang secara bersamaan
menurunkan persepsi nyeri sesuai dengan Gate Control Theory of Pain. Kesimpulan:
Guided imagery terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan
tingkat nyeri akut pada pasien anak usia sekolah dengan GEA. Disarankan agar perawat
di ruang rawat inap pediatri mengintegrasikan guided imagery sebagai bagian dari standar
asuhan keperawatan manajemen nyeri, serta melatih orang tua dalam penerapan teknik
ini secara mandiri di rumah.
Kata Kunci: GEA, Anak, Nyeri abdomen, Guided Imagery.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Pendidikan Profesi Ners
Depositing User: Aprilia Putri
Date Deposited: 18 Aug 2026 05:54
Last Modified: 18 Aug 2026 05:54
URI: https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4565

Actions (login required)

View Item
View Item