Fitriya, Fitriya (2026) PENERAPAN SLIMBER ICE THERAPY (MENGULUM ES BATU) UNTUK PENURUNAN RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RS X JAKARTA. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
COVER .pdf
Restricted to Registered users only
Download (571kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (337kB)
BAB 2 .pdf
Restricted to Registered users only
Download (729kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (330kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (367kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (302kB)
DAFTAR PUSTAKA .pdf
Restricted to Registered users only
Download (294kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (795kB)
Abstract
Chronic Kidney Disease (CKD) atau Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal progresif yang menyebabkan ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit, dan sisa metabolisme tubuh secara optimal. Pasien CKD yang menjalani hemodialisa sering mengalami rasa haus berlebihan akibat pembatasan cairan, peningkatan kadar ureum, serta perubahan fisiologis selama terapi hemodialisis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan asupan cairan yang berdampak pada hipervolemia, edema, peningkatan berat badan interdialitik, dan sesak napas. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa haus pada pasien hemodialisis yaitu slimber ice therapy.
Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan slimber ice therapy dalam menurunkan rasa haus pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS X Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian merupakan pasien laki-laki usia 44 tahun dengan CKD yang telah menjalani hemodialisa rutin selama 6 tahun dan memiliki masalah keperawatan utama hipervolemia.
Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengeluh rasa haus berlebihan, edema pada wajah, peningkatan berat badan sebelum hemodialisa dari 53 kg menjadi 57 kg, tekanan darah 140/80 mmHg, kadar hemoglobin 6,7 g/dL, leukosit 24,5 ribu/uL, ureum 63 mg/dL, kreatinin 6,20 mg/dL, serta eGFR 9,9 mL/min/1,73m². Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi manajemen hipervolemia, edukasi pembatasan cairan, pemantauan status cairan, serta penerapan slimber ice therapy dengan pemberian es batu ukuran ± 10 ml yang dihisap perlahan selama ±5-10 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) untuk mengukur tingkat rasa haus sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas rasa haus setelah dilakukan intervensi slimber ice therapy. Pada intervensi pertama tanggal 22 Mei 2026, skor VAS menurun dari 7 menjadi 4 setelah terapi diberikan. Selanjutnya pada intervensi kedua tanggal 24 Mei 2026, skor VAS kembali mengalami penurunan dari 6 menjadi 3. Selain itu pasien tampak lebih nyaman, mampu mengontrol keinginan minum berlebihan, serta lebih patuh terhadap pembatasan cairan selama menjalani hemodialisis.
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan slimber ice therapy efektif membantu menurunkan rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologis yang sederhana, aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam membantu pengendalian cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Fitriya |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 05:17 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 05:17 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4606 |
