Hayati, Intan Nurul (2026) PENERAPAN CLAY ART THERAPY TERHADAP PENINGKATAN EMOTION REGULATION PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJ DR. SOEHARTO HEERDJAN. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
Download (788kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (320kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (664kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (439kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (336kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (228kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (249kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan respons maladaptif berupa perilaku agresif verbal maupun fisik yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Ketidakmampuan regulasi emosi menjadi salah satu faktor yang berperan dalam munculnya perilaku agresif pada pasien gangguan jiwa. Clay art therapy merupakan intervensi nonfarmakologis yang menggunakan media clay sebagai sarana ekspresi emosi dan stimulasi sensorik untuk membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi pasien. Tujuan: Mengetahui penerapan clay art therapy terhadap peningkatan emotion regulation pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di RSJ Dr. Soeharto Heerdjan. Metode: Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Intervensi clay art therapy dilakukan selama empat sesi pada tanggal 06–09 Mei 2026 dan dievaluasi menggunakan instrumen Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) yang dimodifikasi peneliti. Hasil: Menunjukkan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi yang ditandai pasien lebih mampu mengontrol kemarahan, mengekspresikan emosi secara adaptif, tampak lebih tenang, kooperatif, serta terjadi penurunan perilaku agresif seperti gelisah dan mudah tersinggung. Kesimpulan dan Saran: Penerapan clay art therapy dapat membantu meningkatkan regulasi emosi pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Rumah sakit diharapkan dapat mengembangkan intervensi keperawatan jiwa berbasis terapi modalitas dan nonfarmakologis, khususnya clay art therapy, sebagai terapi suportif dalam membantu pasien mengontrol emosi dan menurunkan risiko perilaku kekerasan.
Kata Kunci: Clay art therapy, keperawatan jiwa, regulasi emosi, risiko perilaku kekerasan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Intan Nurul Hayati |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 07:09 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 07:09 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4609 |
