Loy Raga, Adelia Stefhanie (2026) PENERAPAN SIPPING ICE CUBE THERAPY DALAM MENGURANGI RASA HAUS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD KOJA JAKARTA UTARA. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
COVER .pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (66kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (586kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (387kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (90kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (130kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (211kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit progresif yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan memerlukan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis pada stadium lanjut. Pasien CKD yang menjalani hemodialisis harus mematuhi pembatasan asupan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan. Namun, pembatasan cairan sering menimbulkan rasa haus berlebihan dan mulut kering yang dapat mengganggu kenyamanan serta kepatuhan pasien terhadap terapi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa haus adalah Sipping Ice Cube Therapy.Tujuan: Menganalisis penerapan Sipping Ice Cube Therapy dalam mengurangi rasa haus pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien CKD yang menjalani hemodialisis di Ruang Penyakit Dalam RSUD Koja Jakarta Utara. Intervensi Sipping Ice Cube Therapy diberikan selama empat hari, yaitu tanggal 26–29 Mei 2026, menggunakan es batu sebanyak 16 ml per hari yang diisap secara perlahan selama 5–10 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas rasa haus serta pemantauan kondisi rongga mulut, turgor kulit, dan keseimbangan cairan.Hasil: Setelah pemberian Sipping Ice Cube Therapy, terjadi penurunan intensitas rasa haus secara bertahap dari skor 7 (haus berat) pada hari pertama menjadi skor 3 (haus ringan) pada hari keempat. Pasien juga melaporkan mulut terasa lebih segar dan nyaman. Selain itu, kondisi mukosa mulut tampak lebih lembap, turgor kulit membaik, serta keseimbangan cairan tetap terkontrol selama intervensi berlangsung.Kesimpulan: Sipping Ice Cube Therapy dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan untuk membantu mengurangi rasa haus dan meningkatkan kenyamanan pasien CKD yang menjalani hemodialisis selama pembatasan cairan.
Kata Kunci: Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Rasa Haus, Sipping Ice Cube Therapy, Pembatasan Cairan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Adelia Stefhanie Loy Raga |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 10:14 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 10:14 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4629 |
