HUBUNGAN AKTIVITAS JOGING SANTAI DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DEWASA AWAL DI WILAYAH JAKARTA PUSAT

Yusti, Adea (2026) HUBUNGAN AKTIVITAS JOGING SANTAI DENGAN RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DEWASA AWAL DI WILAYAH JAKARTA PUSAT. Other thesis, STIKES RS HUSADA.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (610kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf.pdf] Text
BAB 1.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (321kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf.pdf] Text
BAB 2.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf.pdf] Text
BAB 3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf.pdf] Text
BAB 4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[thumbnail of BAB 5.pdf.pdf] Text
BAB 5.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB)
[thumbnail of BAB 6.pdf.pdf] Text
BAB 6.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (370kB)
[thumbnail of BAB 7.pdf.pdf] Text
BAB 7.pdf.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, termasuk pada dewasa awal di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat. Faktor risiko utamanya meliputi kurangnya aktivitas fisik, obesitas, dan gaya hidup sedentari. Joging santai diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas joging santai dengan risiko DM tipe 2 pada dewasa awal di Jakarta Pusat.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 110 responden usia 20-40 tahun yang dipilih secara purposive sampling di kawasan Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium pada April-Juni 2026. Aktivitas joging diukur menggunakan kuesioner IPAQ, sedangkan risiko DM tipe 2 diukur dengan FINDRISC yang didukung pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (50,9%), berusia 20-27 tahun (84,5%), berpendidikan perguruan tinggi (67,3%), dan belum/tidak bekerja (46,4%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas joging tinggi (51,8%) dan risiko DM tipe 2 kategori rendah (73,6%), dengan seluruh responden (100%) memiliki kadar GDS normal. Uji Spearman menunjukkan koefisien korelasi 0,038 dengan signifikansi 0,692 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara joging santai dengan risiko DM tipe 2. Ketidak signifikanan ini diduga dipengaruhi oleh homogenitas karakteristik responden serta faktor lain yang tidak dikendalikan seperti pola makan, kualitas tidur, dan riwayat genetik. Disimpulkan bahwa risiko DM tipe 2 dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor gaya hidup, bukan joging santai saja. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan heterogen.

Kata Kunci: Dewasa Awal, Joging Santai, Risiko Diabetes Melitus Tipe 2

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Sarjana Keperawatan
Depositing User: Adea Yusti
Date Deposited: 24 Aug 2026 07:46
Last Modified: 24 Aug 2026 07:46
URI: https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4856

Actions (login required)

View Item
View Item