FITRIYANI, SELVIA (2026) HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KATARAK DI RUMAH SAKIT X JAKARTA. Other thesis, STIKES RS HUSADA.
COVER .pdf
Download (737kB)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only
Download (330kB)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only
Download (470kB)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (236kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (375kB)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (298kB)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (331kB)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only
Download (210kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (283kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering dijumpai di
masyarakat dan dikenal sebagai “silent killer” karena sering tidak
menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan berbagai
komplikasi serius, termasuk katarak. Katarak merupakan salah satu
komplikasi pada mata yang umum terjadi pada penderita diabetes dan dapat
menyebabkan kebutaan permanen jika tidak ditangani dengan tepat.
Pencegahan komplikasi diabetes sangat bergantung pada tingkat
pengetahuan pasien mengenai pengelolaan penyakit, seperti pengendalian
kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol, penerapan gaya hidup sehat,
konsumsi obat secara rutin, serta pemeriksaan mata secara berkala.
Pengetahuan yang baik akan membentuk pola pikir yang positif dan pada
akhirnya menciptakan perilaku yang baik dalam pencegahan komplikasi.
Dengan kata lain, semakin tinggi pengetahuan seseorang, maka semakin
baik pula perilaku kesehatannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara tingkat pengetahuan pasien diabetes melitus dengan
perilaku pencegahan katarak di Rumah Sakit X, Jakarta. Penelitian
menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, serta
melibatkan 105 responden yang dipilih melalui penyebaran kuesioner. Data
dianalisis menggunakan uji Spearman dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,345 (p < 0,01), yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat
pengetahuan dan perilaku pencegahan katarak, meskipun dengan kekuatan
hubungan yang lemah. Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan
pengetahuan pasien dapat berkontribusi terhadap terbentuknya perilaku
pencegahan yang lebih baik.
Kata kunci: Diabetes melitus,Komplikasi,Pengetahuan,Katarak,
Pencegahan katarak, Perilaku
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Selvia Fitriyani |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:32 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:32 |
| URI: | https://eprints.stikesrshusada.ac.id/id/eprint/4445 |
